Kata-kata Mutiara Penuh Makna

Kata-kata mutiara ini adalah kata-kata bijak yang diucapkan Syaikh Haji Abdul Malik Karim Amrullah Rahimahullah. Hamka mungkin tidak terlalu familiar ditelinga karena memang beliau tidak terkenal sebagai pujangga tetapi dikenal oleh banyak kalangan sebagai seorang ulama. Sungguh kata-kata inspiratif, wajar saja Buya Hamka ini mendapat gelar Pahlawan Nasional Indonesia.


Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Kalau tuhan tidak menjadikan perbudakan, tentu tidak akan timbul keinginan hendak mengejar kemerdekaan. Memang kalau tiada kesakitan, orang tidak mempunyai keinginan untuk mengejar kesenangan. Oleh karena itu tidak keterlaluan jika dikatakan bahwa sakit dan pedih adalah tangga menuju kejayaan.

Undang-undang adab dan budi pekerti membentuk kemerdekaan bekerja. Undang-undang akal membentuk kemerdekaan berfikir. Dengan cara menambah kecerdasan akal, bertambah murnilah kemerdekaan berfikir.

Cinta bukan mengajarkan kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajarkan kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

Hamka

Kecantikan yang abadi terletak pada keelokkan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.

Tahan menderita kepahitan hidup sehingga penderitaan menjadi kekayaan adalah bahagia.

Agama tidak melarang sesuatu perbuatan kalau perbuatan itu tidak merusak jiwa. Agama tidak menyuruh, kalau suruhan itu tidak membawa selamat dan jiwa yang bahagia.

Kalau benar bahwa harta benda tidak dapat menangkis sakit, tidak dapat menolak demam, tidak dapat menghindarkan maut, maka betul jugalah bahwa kesusahan yang menimpa orang kaya, serupa dengan kesusahan yang menimpa orang miskin.

Hamka meninggal dunia pada 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun dan dikebumikan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Jasanya, termasuk juga kata mutiara ini tidak hanya diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sastrawan di negara kelahirannya, bahkan di negara negara berpenduduk muslim di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand Selatan (Pattani), Brunei, Filipina Selatan, dan beberapa negara Arab. Wallahul Musta'an

3 Response to "Kata-kata Mutiara Penuh Makna"

  1. mantap

    Wow

    Mas Riian says:

    Mantap gan kata-kata mutiaranya.

Post a Comment