Nama Asli Anggota Wali Songo

Nama Walisanga - Anggota Walisongo, Para Sunan Wali Songo ini merupakan orang-orang pilihan dan oleh karena itu oleh orang jawa dinamakan wali. Istilah wali berasal dari bahasa arab aulia, yang artinya orang yang dekat dengan Allah Subhaanahu wa ta’aala karena ketakwaannya. Penggagas Walisongo adalah Khalifah Muhammad I [Kekhalifahan Turki Utsmani] tahun 1404 M/808 H yang awalnya menugaskan para Ulama mumpuni yang nasabnya sebagian besar dari asal Hadhramaut Yaman (Azmatkhan Ba'alawi Al-Husaini), namun masing-masing telah berdakwah ke berbagai penjuru dunia sehingga disebut berasal dari beragam daerah di berbagai penjuru kawasan Islam. Beliau lantas menugaskan para Dai' tersebut untuk berdakwah di Asia Tenggara dalam suatu Majelis Dakwah Walisongo.

Nama Wali Songo
Wali Songo Periode Pertama 1404 – 1435 M

Pada tahun 808 Hijriyah atau 1404 Masehi para ulama itu berangkat ke Pulau Jawa. Mereka adalah:


1. Maulana Malik Ibrahim a.k.a Sunan Gresik, berasal dari Turki ahli mengatur negara. Berdakwah di Jawa bagian timur. Wafat di Gresik pada tahun 1419 M. Makamnya terletak satu kilometer dari sebelah utara pabrik Semen Gresik.

2. Maulana Ishaq a.k.a Sunan Wali Lanang berasal dari Samarkand dekat Bukhara-uzbekistan/Rusia. Beliau ahli pengobatan. Setelah tugasnya di Jawa selesai Maulana Ishak pindah ke Samudra Pasai dan wafat di sana.

3. Syekh Jumadil Qubro a.k.a Sunan Kubrawi, berasal dari Mesir. Beliau berdakwah keliling. Makamnya di Troloyo Trowulan, Mojokerto Jawa Timur.

4. Maulana Muhammad Al Maghrobi a.k.a Sunan Maghribi, berasal dari Maroko, beliau berdakwah keliling. Wafat tahun 1465 M. Makamnya di Jatinom Klaten, Jawa Tengah.

5. Maulana Malik Isroil berasal dari Turki, ahli mengatur negara. Wafat tahun 1435 M. Makamnya di Gunung Santri.

6. Maulana Muhammad Ali Akbar, berasal dari Persia Iran. Ahli pengobatan. Wafat 1435 M. Makamnya di Gunung Santri.

7. Maulana Hasanuddin berasal dari Palestina Berdakwah keliling. Wafat pada tahun 1462 M. Makamnya disamping masjid Banten Lama.

8. Maulana Alayuddin berasal dari Palestina. Berdakwah keliling. Wafat pada tahun 1462 M. Makamnya disamping masjid Banten Lama.

9. Syekh Subakir, berasal dari Persia, ahli menumbali (metode rukyah) tanah angker yang dihuni jin-jin jahat tukang menyesatkan manusia. Setelah para Jin tadi menyingkir dan lalu tanah yang telah netral dijadikan pesantren. Setelah banyak tempat yang ditumbali (dengan Rajah Asma Suci) maka Syekh Subakir kembali ke Persia pada tahun 1462 M dan wafat di sana. Salah seorang pengikut atau sahabat Syekh Subakir tersebut ada di sebelah utara Pemandian Blitar, Jawa Timur. Disana ada peninggalan Syekh Subakir berupa sajadah yang terbuat dari batu kuno.

Wali Songo Periode Kedua 1435 - 1463 M

Pada periode kedua ini masuklah tiga orang wali menggantikan tiga wali yang wafat. Anggota Wali Songo menjadi :

1. Raden Ahmad Ali Rahmatullah a.k.a Sunan Ampel a.k.a Bong Swi Ho, datang dari Champa, Muangthai Selatan (Thailand Selatan) ke Jawa pada tahun 1421 M menggantikan Malik Ibrahim a.k.a Sunan Gresik yang wafat pada tahun 1419 M.

2. Maulana Ishaq a.k.a Sunan Wali Lanang

3. Syekh Jumadil Qubro a.k.a Sunan Kubrawi

4. Maulana Muhammad Al Maghrobi a.k.a Sunan Maghribi

5. Sayyid Ja’far Shodiq a.k.a Sunan Kudus berasal dari Palestina, datang di Jawa tahun 1436 menggantikan Malik Isro’il yang wafat pada tahun 1435 M.

6. Syarif Hidayatullah a.k.a Sunan Gunung Jati I , berasal dari Palestina. Datang di Jawa pada tahun 1436 M. Menggantikan Maulana Ali Akbar yang wafat tahun 1435 M. Sidang walisongo yang kedua ini diadakan di Ampel Surabaya.

7. Maulana Hasanuddin.

8. Maulana Alayuddin.

9. Syekh Subakir.

Para wali kemudian membagi tugas. Sunan Ampel, Maulana Ishaq dan Maulana Jumadil Kubro bertugas di Jawa Timur. Sunan Kudus, Syekh Subakir dan Maulana Al-Maghrobi bertugas di Jawa Tengah. Sunan Gunung Jati, Sr, Maulana Hasanuddin dan Maulana Aliyuddin di Jawa Barat. Dengan adanya pembagian tugas ini maka masing-masing wali telah mempunyai wilayah dakwah sendiri-sendiri, mereka bertugas sesuai keahlian masing-masing.

Wali Songo Periode Ketiga 1463 - 1466 M

1. Raden Ahmad Ali Rahmatullah a.k.a Sunan Ampel a.k.a Bong Swi Ho

2. Raden Paku a.k.a Sunan Giri kelahiran Blambangan Jawa Timur. Putra dari Syekh Maulana Ishak dengan putri Kerajaan Blambangan bernama Dewi Sekardadu atau Dewi Kasiyan. ini menggantikan kedudukan ayahnya yang telah pindah ke negeri Pasai.

3. Syekh Jumadil Qubro a.k.a Sunan Kubrawi

4. Maulana Muhammad Al Maghrobi a.k.a Sunan Maghribi

5. Sayyid Ja’far Shodiq a.k.a Sunan Kudus

6. Syarif Hidayatullah a.k.a Sunan Gunung Jati I

7. Raden Makdum Ibrahim a.k.a Sunan Bonang a.k.a Bong Ang, lahir di Ampel Surabaya. Beliau adalah putra Sunan Ampel, Sunan Bonang menggantikan kedudukan Maulana Hasanuddin yang wafat pada tahun 1462.

8. Raden Qasim a.k.a Sunan Drajat menggantikan Maulana Alayuddin.

9. Raden Said a.k.a Sunan Kalijaga a.k.a Gan Si Cang, kelahiran Tuban, Jawa Timur. Beliau adalah putra Adipati Wilatikta yang berkedudukan di Tuban. Sunan Kalijaga menggantikan Syekh Subakir yang kembali ke Persia.

Wali Songo Periode Keempat 1466 - 1513 M

1. Raden Ahmad Ali Rahmatullah a.k.a Sunan Ampel a.k.a Bong Swi Ho

2. Raden Paku a.k.a Sunan Giri.

3. Raden Patah (Sultan Demak Pertama) a.k.a Raden Fattah a.k.a Panembahan Jimbun dengan nama tinghoa Jin Bun menggantikan Syekh Jumadil Qubro a.k.a Sunan Kubrawi

4. Fathullah Khan a.k.a Falatehan a.k.a Sunan Gunung Jati II menggantikan Maulana Muhammad Al Maghrobi a.k.a Sunan Maghribi

5. Sayyid Ja’far Shodiq a.k.a Sunan Kudus

6. Syarif Hidayatullah a.k.a Sunan Gunung Jati, Sr

7. Raden Makdum Ibrahim a.k.a Sunan Bonang a.k.a Bong Ang

8. Raden Qasim a.k.a Sunan Drajat.

9. Raden Said a.k.a Sunan Kalijaga a.k.a Gan Si Cang

Wali Songo Periode Kelima 1513 - 1533 M

1. Raden Ahmad Ali Rahmatullah a.k.a Sunan Ampel a.k.a Bong Swi Ho

2. Raden Faqih Sunan Ampel II menggantikan Raden Paku a.k.a Sunan Giri.

3. Raden Patah

4. Fathullah Khan a.k.a Falatehan a.k.a Sunan Gunung Jati, Jr

5. Sayyid Ja’far Shodiq a.k.a Sunan Kudus

6. Syarif Hidayatullah a.k.a Sunan Gunung Jati, Sr

7. Raden Makdum Ibrahim a.k.a Sunan Bonang a.k.a Bong Ang

8. Raden Qasim a.k.a Sunan Drajat.

9. Raden Umar Said a.k.a Sunan Muria menggantikan Raden Said a.k.a Sunan Kalijaga a.k.a Gan Si Cang

Catatan :

1. Fathullah Khan disebut Sunan Gunung Jati juga barangkali hal itu terjadi karena begitu diangkat menjadi anggota walisongo, Fathullah Khan langsung disebut sebagai Sunan Gunung Jati seperti sebutan untuk ayahandanya, Sunan Gunung Jati I.

2. Merah = Wali Songo Yang Paling Terkenal

2 Response to "Nama Asli Anggota Wali Songo"

  1. Anonymous says:

    Permisi

    Saya ada membuat thread tentang sejarah China-Islam di Indonesia
    Saya bermaksud menggunakan artikel ini untuk menambah bahan tulisan.
    Bolehkah?

    Berikut linknya : http://www.kaskus.co.id/post/51855d571cd7191637000004/1#post51855d571cd7191637000004

    Mohon bantuannya
    Terima kasih

    gusdur says:

    Alhamdulillah ....
    senang rasanya mendapatkan informasi yang kita inginkan
    meski belum menjawab rasa penasaran tentang Wali-Songo ing Tanah Jowo.
    terimakasih sobat...semoga tulisan anda menjadi inspirasi bagi siapa
    saja yang mengetahui "tentang dan perihal" Walisongo..untuk berbagi pengetahuan dan informasi...
    Jazakumullah khoiron katsiron..

Post a Comment